Showing posts with label Cucak Jenggot. Show all posts
Showing posts with label Cucak Jenggot. Show all posts

Sunday, August 31, 2014

Cara Merawat Burung Cucak Jenggot

Burung Cucak Jenggot merupakan salah satu burung yang eksotis, dimana burung ini memiliki keunikan jenggot yang berwarna putih di dagunya dan jambul di kepalanya. Bagi orang awam soal burung, akan sangat sulit membedakan antara burung Cucak Jengot Jantan dan betina, namun bagi yang telah lama berkecimpung dalam dunia hobi burung terutama yang berkaitan dengan cucak-cucakan tentu sangatlah mudah mengenalinya. Khusus bagi anda yang belum tau cara membedakannya bisa anda baca lagi artikel Kissawa terdahulu disini.

Cucak Jenggot
Pada dasarnya merawat burung itu sama saja antara burung satu dengan burung lainnya, yaitu dalam hal memberi pakan dan melaksanakan kebiasaan burung tersebut agar burung semakin rajin berkicau dalam rawatan anda. 

Baiklah, untuk yang masih penasaran dengan Cara Merawat Burung Cucak Jenggot agar rajin berkicau, grecek siang malam dan burung semakin sehat, pertimbangkanlah membaca tulisan saya berikut ini :

  • Burung setiap jam 6 pagi dikeluarkan dari rumah yang bisa diterpa cahaya matahari pagi
  • Jam 7 pagi burung dimandikan baik disemprot maupun dikeramba
  • Setelah puas mandi, kemudian sangkar dibersihkan dari kotoran burung maupun kotoran makanan.
  • Ganti air minum atau ditambah saja.
  • Pisang segar sebaiknya setiap hari diganti, karena ini adalah makanan utamanya, meskipun burung telah mau makan voer. Selain pisang, Cucak Jenggot juga diberi Pepaya segar, dimana pemberiannya dapat diberikan secara bergilir atau bergantian.
  • Sebagai makanan tambahan agar burung semakin sehat dan rajin berkicau, dapat anda berikan jangkrik 3 ekor.
  • Kroto segar dapat anda berikan seminggu sekali.
  • Setelah pisang dimasukkan dan digantung ditepi sangkar, selanjutnya burung di jemur sekitar 1 jam.
  • Siang hari burung tak usah dikerodong, biarkan burung masteran ini berkicau dan mengajari burung lainnya berkicau yang keras dan tajam.
  • Sore hari, burung cukup diberi jangkrik 3 ekor. kemudian burung dikerodong dan dimasukkan rumah.
  • Esok harinya lakukan kegiatan seperti ini dan jadikan sebagai rutinitas. Dengan perawatan yang konsisten burung ini akan semakin rajin berkicau.

Itulah rawatan harian untuk burung cucak jenggot, rawatan ini bisa terus diterapkan sampai burung benar-benar rajin berkicau. Bila burung memasuki masa mabung atau musim ganti bulu, tentu saja perawatannya akan berbeda.

Merawat Burung Cucak Jenggot Mabung
Istilah mabung adalah istilah ganti bulu pada burung dan jenis unggas, namun pada burung jenis cucak-cucakan istilah itu berganti dengan istilah nyulam, karena burung ini tidak akan merontokkan bulunya secara bersamaan seperti burung Cendet atau pun burung Kacer. Proses penyulaman bulu akan berlangsung lama sekitar 2 bulan, karena bulu akan lepas satu per satu  kemudian menunggu tumbuhnya bulu baru.

Untuk mempercepat proses mabung atau nyulam, sebaiknya kita merekondisi dimana burung kita buat senyaman mungkin, yaitu  dengan menempatkan burung ditempat yang agak sepi dari aktivitas manusia maupun dari burung lainnya, selain itu burung sebaiknya kita kerodong agar burung bisa istirahat dan melepaskan bulunya dengan tenang. Namun demikian untuk pemberian pakan tetap harus kita lakukan secara rutin, karena saat mabung inilah dibutuhkan banyak nutrisi untuk mengganti dan menumbuhkan bulu-bulu baru.

Setelan pakan dapat kita tingkatkan dari rawatan harian, bila biasanya diberi jangkrik 3 p/s maka saat mabung dapat ditingkatkan menjadi 5 p/s. UH (ulat hongkong) diberikan 3 p/s dan kroto diberikan 2 hari sekali. Untuk mandi, cukup dilakukan seminggu sekali dan burung jangan dipertemukan dengan burung sejenis.

Wednesday, July 16, 2014

Cara Menjodohkan Cucak Jenggot dengan Kapas Tembak

Menjodohkan cucak jenggot vs kapas tembak
Penangkaran burung merupakan salah satu bisnis sampingan yang menjanjikan, apalagi bila ditekuni karena atas dasar hobbi dan mencintai. Penangkaran bertujuan untuk melestarikan keberadaan burung tersebut agar tidak punah di alamnya, selain itu penangkaran juga bertujuan ekonomi, karena hasil dari penangkaran tadi akan menghasilkan turunan yang berkualitas lebih baik, lebih jinak dan memiliki garis keturunan yang jelas dari indukan yang berkualitas sehingga nilai jual dari burung hasil penangkaran bakalan lebih mahal daripada burung bakalan liar dari hutan.

Untuk meningkatkan geliat bisnis penangkaran burung berkicau, kali ini kissawa ingin berbagi artikel tentang Cara Menjodohkan Cucak Jenggot dengan Kapas Tembak berdasarkan kutipan kami dari omkicau yang merilis penuturan dari seorang penangkar burung dari daerah kediri - Jawa Timur.

Sugeng adalah seorang kicaumania asal Dusun Santren, Desa Poh Jajar, Kecamatan Papar, Kediri yang punya inisiatif untuk menyilangkan antara cucak jenggot dengan kapas tembak. Dengan persilangan tersebut, ia berharap anakan yang dihasilkan memiliki keistimewaan seperti indukan. Yaitu memiliki suara yang kasar dan bermental petarung seperti Kapas Tembak. Sedangkan postur tubuh dan warna bulunya seperti Cucak Jenggot. Berhasil ! meskipun harus mengalami kegagalan beberapa kali.

Menjodohkan Cucak Jenggot vs Kapas Tembak bukanlah perkara mudah, karena burung harus melalui beberapa tahapan penjodohan, apalagi ini adalah burung yang berbeda meskipun dalam satu keluarga yang sama yaitu cucak-cucakan.

Cara Menjodohkan Cucak Jenggot dengan Kapas Tembak

Inilah bagian yang tersulit dalam menangkarkan burung. Bahkan dari pengalaman Sugeng menangkarkan berbagai jenis burung, Cucak Jenggot adalah yang tersulit dan butuh waktu yang cukup lama.

Tahap awal yang dilalui selama proses tersebut adalah pengenalan terlebih dahulu. Caranya, calon pasangan dimasukkan ke dalam sangkar berbeda dan ditempatkan pada posisi berdekatan secara terus-menerus baik di dalam rumah atau ruangan, maupun ketika dijemur di luar harus selalu berdekatan.

Selama proses tersebut, kedua calon pasangan harus selalu dimandikan dengan cara dimasukkan ke dalam bak mandi secara bergantian. Saat dijemur juga harus tetap berdekatan.

Berdasarkan pengalaman Sugeng, proses pengenalan tersebut membutuhkan waktu minimal 1 bulan. Waktu selama itu akan membuat calon pasangan saling mengenal. Setelah itu barulah level penjodohannya bisa dinaikkan, yaitu dipertemukan dalam satu sangkar.

Hanya saja bukan dalam sangkar harian, tapi dalam keramba bak mandi. Tepatnya ketika memandikan calon pasangan pada pagi hari dilakukan dalam satu bak mandi.

Bisa dimulai dengan memasukkan salah satunya ke dalam keramba, bisa yang betina maupun yang jantan dahulu. Setelah keduanya sudah berada di dalam keramba, lakukan juga penyemprotan dengan water spray beberapa saat hingga sedikit basah.

Penting juga untuk memperhatikan teknik penyemprotan. Arahkan ujung spray pada bagian kakinya agar air yang keluar tak mengenai bagian kepala dan masuk ke dalam hidung. Karena jika hidungnya kemasukan air bisa membuat burung flu.

Saat kedua pasangan berada di dalam keramba, amati perilakunya. Karena saat itulah saat yang paling rawan, bisa saja sang pejantan terlalu agresif dan langsung memaksa kawin si betina. Akibatnya bisa tatal. Si betina bisa mati karena kepalanya ditenggelamkan di dalam air.

Hal tersebut telah beberapa kali dialami oleh Sugeng. Selama ini ia sudah pernah 3 kali mendapati si betina mati ketika berada di dalam keramba bersama pejantan. Jika sang jantan terlalu agresil dan si betina menolak untuk dikawini, segara pisahkan.

Mandikan kembali keduanya secara bergantian atau di tempat berbeda. Namun ketika dijemur hingga dipindahkan ke dalam rumah harus tetap berada di tempat yang sama dengan sebelumnya dan selalu berdekatan. Proses pengenalan dari penjodohan tersebut harus tetap dilanjutkan seperti semula. dari jemur hingga tidur harus tetap dekat.

Sementara ketika memandikan pada hari berikutnya juga harus tetap dicoba kembali untuk menjadikannya dalam satu keramba. Jika masih seperti sebelumnya, harus dipisahkan kembali dan diulang pada keesokan harinya. Begitu seterusnya hingga menunjukkan tanda-tanda si betina mau untuk dikawin atau sang pejantan tidak terlalu agresif.

Jika pasangan tersebut sudah terlihat beberapakali melakukan perkawinan ketika sedang mandi bersama maupun disangkar harian, berarti keduanya sudah berjodoh dan siap dimasukkan ke dalam sangkar penangkaran.

Selanjutnya di sangkar penangkaran yang berukuran seperti sangkar penangkaran burung murai batu atau kacer, siapkan bahan sarang, tempat sarang dan makanan yang terjamin. Bahan sarang bisa diberikan dari rumput yang kering atau jerami, agar lebih cepat merangsang burung untuk bertelur sebaiknya batok yang disiapkan untuk sarang diberi sample sarang, selanjutnya biarkan burung bereksperimen sendiri dengan merapikan sarang tersebut. 

Perlu diingat bahwa burung yang ditangkar sebaiknya adalah burung yang sudah jinak, paling tidak sudah jinak lalat, sehingga akan lebih memudahkan dalam proses penjodohan dan perawatan lebih lanjut saat burung dijodohkan.

Selamat Mencoba dan Salam Kicau Mania...

Tuesday, July 15, 2014

Membedakan Burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak

Burung Jenggot maupun Kapas Tembak merupakan burung yang masuk dalam keluarga burung Cucak-cucakan seperti halnya burung Cucak Rowo maupun Trucukan. Namun antara burung cucak jenggot dan kapas tembak memiliki morfologi atau tampilan fisik yang hampir sama, bagi yang awam dengan dunia aves tentu saja akan menganggap burung ini sama, padahal diantara keduanya bila diamati terdapat perbedaan. Kali ini Kissawa ingin berbagi tips Cara Membedakan Cucak Jenggot dan Kapas Tembak dari segi penampilan fisik dan ocehannya.

Burung Cucak Jenggot
Burung Kapas Tembak

Sebelum lebih jauh dengan perbedaannya, kita harus memahami bila burung ini juga  memiliki kesamaan. persamaannya tentu saja dari segi makanan, dimana kedua burung ini adalah jenis burung pemakan buah sebagai makanan utamanya dan serangga kecil sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan vitalitas. Agar mengetahui perbedaan kicauannya, silahkan di lihat Vidio Cucak Jenggot Gacor dan Kapas Tembak Gacor yang telah saya bagikan sebelum ini.

Baiklah teman, agar lebih cepat dan lebih tepat dalam memilih cucak jenggot atau kapas tembak, inilah Perbedaan Cucak Jenggot dan Kapas Tembak :
Cucak Jenggot :
  • Bulu bawah paruh (jenggot)nya terlihat jelas
  • Warna bulu di dominasi warna coklat agak tua dan berwarna putih
  • Warna bulu pada dadanya cenderung coklat muda dan putih agak kekuning-kuningan.
  • Namun semakin tua umur burung, warna kuningnya akan memudar.
  • Mental burung saat dilapangan bagus
  • Variasi lagu tergantung pemasteran

Kapas Tembak :
  • Warna bulu di dominasi warna coklat agak tua
  • Bulu dibawah paruh (jenggot) kurang menonjol
  • Bulu pada dadanya berwarna coklat sembur putih keabu-abuan atau putih kotor.
  • Mental bagus dan mudah beradaptasi
  • Jantan ataupun betina bisa dilombakan
  • Suara lebih kasar dari cucak jenggot





Sunday, July 13, 2014

Merawat Cucak Jenggot Biar Rajin Gacor

Burung Cucak Jenggot adalah jenis burung pemakan buah-buahan yang bisa dikombinasikan dengan pemberian serangga. Perawatan yang  baik tentu saja akan menghasilkan Cucak Jenggot dengan kualitas yang sangat bagus dan berkicau dimana pun tempat, lebih dari itu Kicauan Cucak Jenggot juga kerap dijadikan burung masteran. Secara umum Cara Merawat Cucak Jenggot hampir sama dengan cara merawat
burung berkicau lainnya.

Karena termasuk burung jenis merbah, mungkin perawatan Cucak Jenggot bisa disamakan dengan Cara Merawat Cucak Ijo, Cucak Rowo atau Trucukan. Agar lebih detail, berikut ini Km Kissawa ingin berbagi Cara Terbaik Perawatan Cucak Jenggot Biar Rajin Gacor dan penuh tembakan.

Burung Cucak Jenggot yang masih liar sebaiknya di jinakkan, cara cara berikut ini bisa diterapkan sehingga burung akan menjadi lebih jinak :
  • Burung setiap pagi dikeluarkan dari rumah sekitar pukul 6 pagi.
  • Kemudian jam 7 pagi burung dimandikan dengan cara di semprot, setelah disemprot biarkan burung tetap dibawah (diatas tanah) sambil dijemur, jangan buru-buru diberi makanan, biarkan sampai 1 jam dan burung merasa lapar sambil menunggu bulu-bulu kering.
  • Sementara itu sangkar harian juga perlu dibersihkan agar burung bisa tumbuh sehat.
  • Setelah burung tampak kering barulah diberi makan berupa pisang segar, dan jangkrik 3 ekor. kemudian burung digantung diteras atau dibawah pohon yang sejuk
  • Penjemuran juga dapat ditingkatkan bila anda masih ada waktu untuk menunggunya, atau biarkan burung digantung diteras sementara anda berangkat kerja.
  • Sore hari, sekitar pukul 5, burung dimandikan dengan cukup basah saja, kemudian beri jangkrik 3 ekor. Stelah jangkrik dimakan barulah burung dikerodong dan dimasukkan ke dalam rumah. 
  • Saat istirahat ini, burung dapat dimasteri dengan suara Belalang, Jangkrik dan Suara Burung Kapas tembak.

Itulah yang dapat saya bagikan kali ini, agar burung cucak jenggot menjadi burung yang rajin berkicau atau gacor. Semoga dengan artikel singkat ini bisa menjadikan ilmu yang bermanfaat, anggaplah ini hanyalah sebagai wadah tempat berbagi Perawatan burung hanya di Km Kissawa

Saturday, July 12, 2014

Kicauan Cucak Jenggot Gacor

Cucak Jenggot sering dijadikan masteran untuk berkicau karena memiliki kicauan yang khas, nembaknya kasar dan keras. Dengan suara yang dimilikinya itu bila dijadikan masteran burung cendet atau cucak ijo tentu saja akan sangat tepat, karena burung tersebut akan memiliki kicauan yang kasar dan disukai oleh banyak pecinta burung. Cucak Jenggot yang telah jinak dan dipelihara dalam waktu yang lama biasanya akan rajin gacor.

Kicauan Cucak Jenggot Gacor yang asli sudah terdengar sangat baik, sehingga  burung ini sudah cukup puas bila dijadikan masteran, dan tak perlu dimasteri dengan suara burung lainnya.

Video Kicauan Cucak Jenggott Gacor


Setelah melihat video diatas, tentu saja kita akan lebih bersemangat dalam memelihara burung Cucak Jenggot sehingga burung kelak akan menjadi burung andalan untuk masteran dirumah, sehingga burung yang bisa menirukan cucak jenggot akan menjadi lebih baik isiannya.

Monday, July 7, 2014

Inilah Burung Cucak Jenggot

Burung Cucak Jenggot adalah jenis burung pemakan buah-buahan juga serangga, sehingga burung ini disebut juga burung omnivora seperti halnya burung Trucukan, Cucak Ijo maupun Cucak Rowo. Secara penampilan burung Cucak Jenggot memang berbeda dengan burung cucak lainnya, dimana burung ini memiliki kebiasaan menunjukkan jenggot dan jambulnya setiap waktu. Warna bulu burung cucak jenggo hampir mirip dengan burung Trucukan yaitu punggung berwarna cokela dan dada berwarna putih dengan dubur berwarna kekuningan.

Inilah gambar burung Cucak Jenggot.


Burung ini memiliki kebiasaan kicauan yang ramai, greceh dan penuh dengan cerecetan. sehingga burung ini kerap hanya dijadikan sebagai burung masteran bagi burung berkicau lainnya seperti Murai, Kacer maupun Cucak Hijau.

Habitat Burung Cucak Jenggot di Jawa sangat luas mulai dari pulau jawa bagian barat sampai ke timur ada. Nusa Kambangan, Gunung tiga di majenang adalah salah dua tempat yang terdapat burung ini. Bahkan di Malaysia burung ini juga ada, tahun lalu saya pernah membaca di surat kabar burung, bila burung ini di Malaysia sangat berharga sampai 40jt.

Untuk yang belum mengenal cucak Jenggot, mungkin gambar diatas cukup untuk mewakili wujud dari Cucak Jenggot yang kerap jadi burung masteran dan lomba di beberapa daerah di baratnya pulau jawa.